Beranda / Polri / Warga Resah Truk Sawit Diduga ODOL, Satlantas Lampung Barat Turun Tangan

Warga Resah Truk Sawit Diduga ODOL, Satlantas Lampung Barat Turun Tangan

LAMPUNG BARAT, Gariskomando.com — Keluhan masyarakat terkait maraknya truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diduga membawa muatan berlebih di Kabupaten Lampung Barat mulai mendapat respons.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Barat bergerak melakukan pengawasan terhadap kendaraan angkutan sawit yang melintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kota Liwa, Lampung Barat, Selasa pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Lampung Barat IPTU Deni Saputra, S.H., M.M.

Dalam kegiatan itu, petugas menemukan kendaraan pengangkut sawit yang kondisi muatannya dinilai melebihi kapasitas dan kemudian memberikan teguran kepada pengemudi serta imbauan agar tidak mengangkut muatan secara berlebihan.

Langkah tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya keresahan masyarakat terhadap kendaraan pengangkut sawit telah mencuat. Kendaraan dengan muatan tinggi dan penuh disebut cukup sering melintas di wilayah Lampung Barat.

Bahkan, masyarakat mengkhawatirkan keberadaan kendaraan dengan muatan berlebih tersebut dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kasat Lantas: Jangan Abaikan Keselamatan

Kasat Lantas Polres Lampung Barat IPTU Deni Saputra menegaskan, para pengusaha maupun pengangkut sawit harus memperhatikan aspek keselamatan dalam menjalankan aktivitas pengangkutan.

“Kepada para pengusaha angkutan sawit supaya memperhatikan keselamatan berlalu lintas dan tidak melanggar peraturan berlalu lintas, yaitu dengan tidak melebihi kapasitas muatan yang ada seperti over dimension over load,” ujar Deni.

Menurutnya, persoalan muatan kendaraan bukan semata-mata berkaitan dengan kemampuan truk membawa barang.

Lebih jauh, muatan berlebihan dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan lalu lintas apabila kendaraan kehilangan kendali, mengalami gangguan pengereman, maupun ketika harus melewati kondisi jalan tertentu.

Risikonya pun tidak hanya ditanggung pengemudi truk.

Pengendara lain yang berada di sekitar kendaraan juga ikut menjadi pihak yang rentan terdampak.

Dari Teguran, Akankah Berlanjut ke Penindakan?

Turunnya Satlantas Polres Lampung Barat ke lapangan menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini mempertanyakan pengawasan terhadap kendaraan angkutan sawit.

Namun demikian, langkah berupa teguran tersebut juga memunculkan pertanyaan lanjutan.

Sebab persoalan truk pengangkut sawit diduga ODOL bukan persoalan yang baru muncul sehari atau dua hari.

Kendaraan dengan muatan menjulang dan terlihat sangat penuh disebut telah lama melintas di wilayah Lampung Barat. Bahkan, berdasarkan informasi masyarakat, jumlah kendaraan serupa dapat mencapai puluhan unit dalam sehari.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat tentu berharap pengawasan tidak berhenti pada teguran.

Jika memang terdapat dugaan over loading maupun over dimension, publik tentu menunggu pemeriksaan yang lebih konkret, termasuk pengukuran dimensi dan penimbangan kendaraan untuk memastikan apakah kendaraan tersebut benar-benar memenuhi ketentuan.

Jangan Tunggu Truk Terbalik Lagi

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan.

Sebelumnya, pernah terjadi truk pengangkut sawit yang mengalami kecelakaan hingga terbalik dan menyebabkan tandan sawit yang dibawanya berhamburan di badan jalan.

Peristiwa semacam itu menjadi peringatan bahwa kendaraan dengan muatan besar memiliki potensi risiko terhadap pengguna jalan apabila tidak memenuhi ketentuan keselamatan.

Terlebih sejumlah ruas jalan di Lampung Barat memiliki kondisi yang masih membutuhkan perhatian.

Di sisi lain, pembangunan dan peningkatan jalan terus dilakukan pemerintah.

Kondisi tersebut membuat pengawasan kendaraan angkutan berat menjadi semakin penting.

Jangan sampai jalan diperbaiki dengan anggaran negara, tetapi kemudian kembali cepat mengalami kerusakan akibat kendaraan yang membawa beban melebihi kapasitas.

Respons Satlantas Jadi Awal Pengawasan ODOL

Masyarakat mengapresiasi langkah Satlantas Polres Lampung Barat yang mulai turun melakukan pengawasan.

Namun, masyarakat juga berharap langkah tersebut menjadi awal dari pengawasan yang lebih konsisten, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Sebab jika kendaraan yang diduga ODOL memang ditemukan berulang kali melintas, maka pemeriksaan secara menyeluruh menjadi penting untuk mendapatkan kepastian.

Mulai dari kondisi kendaraan, dimensi bak, kapasitas angkut, tata cara pemuatan, sistem pengamanan muatan hingga kelengkapan administrasi kendaraan.

Dengan demikian, publik tidak lagi hanya menduga-duga apakah truk tersebut melanggar.

Data hasil pemeriksaanlah yang nantinya berbicara.

Apakah kendaraan-kendaraan tersebut memang masih dalam batas ketentuan atau justru ditemukan pelanggaran yang harus ditindak?

Langkah Satlantas Polres Lampung Barat pagi ini setidaknya telah memberikan sinyal bahwa keresahan masyarakat mulai mendapat perhatian.

Kini publik menunggu konsistensi pengawasan, termasuk bagaimana tindak lanjut terhadap kendaraan pengangkut sawit yang kembali ditemukan membawa muatan melebihi kapasitas.

Sebab keselamatan pengguna jalan tidak boleh kalah oleh kepentingan mengejar banyaknya muatan.

Dan bagi pengusaha maupun pengangkut sawit, pesan dari Satlantas sudah jelas: angkut sesuai kapasitas, utamakan keselamatan, jangan sampai ODOL menjadi ancaman bagi pengguna jalan lainnya. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan