Lompat ke konten
Beranda » Beranda » Gandeng Disdikbud, BI Lampung Perluas Edukasi Cinta Rupiah hingga Bangku Sekolah

Gandeng Disdikbud, BI Lampung Perluas Edukasi Cinta Rupiah hingga Bangku Sekolah

BANDAR LAMPUNG – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung terus memperluas edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, BI Lampung telah melaksanakan sebanyak 233 kegiatan edukasi dengan menjangkau 27.954 peserta dari berbagai kalangan.

 

Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan Teras Apresiasi Prestasi dan Inovasi Sobat Rupiah (TAPIS) 2026 yang berlangsung di Novotel Lampung, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Pahlawan Masa Kini, Beda Zaman Beda Perjuangan”.

 

Kegiatan edukasi CBP Rupiah tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat umum hingga kalangan pelajar, baik tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), maupun sekolah menengah atas (SMA).

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epiyanto, mengatakan bahwa perluasan edukasi CBP Rupiah dilakukan melalui berbagai inovasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengenal, mencintai, merawat, dan menggunakan Rupiah secara bijak.

 

Sejumlah inovasi yang dikembangkan di antaranya BI-COD, yang memadukan edukasi digital dan tatap muka, BI Do More yang menyasar penyandang disabilitas, serta QR Rupiah Learn Everywhere.

 

Menurut Bimo, kegiatan TAPIS 2026 merupakan bentuk apresiasi BI kepada para mitra strategis dan Sobat Rupiah yang selama ini berkontribusi dalam mendukung serta memperluas jangkauan edukasi Rupiah di Provinsi Lampung.

 

Selain itu, kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian penutup program edukasi CBP Rupiah sepanjang 2026, dengan harapan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

 

Dukungan terhadap perluasan edukasi tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan bahan ajar yang mengintegrasikan materi literasi keuangan untuk diterapkan mulai dari jenjang SD hingga SMA.

 

Melalui integrasi materi tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menghargai dan menjaga mata uang negara.

 

Thomas mencontohkan, pemahaman mengenai kecintaan terhadap Rupiah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak melipat uang sembarangan, menjaga kondisi fisik uang, serta menggunakan uang sesuai kebutuhan.

 

Selain pemahaman tentang Rupiah, pendidikan literasi keuangan juga dinilai penting untuk membekali generasi muda dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Dengan demikian, para pelajar diharapkan mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat dan menghindari aktivitas yang berpotensi merugikan masa depan mereka.

 

Kolaborasi antara Bank Indonesia dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung ini diharapkan mampu memperkuat literasi keuangan sejak dini sekaligus menanamkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga Rupiah.

 

Melalui edukasi CBP Rupiah, generasi muda diharapkan memahami bahwa Rupiah bukan sekadar alat transaksi dalam kehidupan sehari-hari, melainkan juga simbol identitas, persatuan, dan kedaulatan bangsa Indonesia yang harus dihormati, dijaga, serta digunakan secara bijak.

Tinggalkan Balasan