Lompat ke konten
Beranda » Beranda » Kepedulian Terus Mengalir, Sanggar Buharak Hanggum Jejama Bandar Baru Bantu Korban Kebakaran di Sukau

Kepedulian Terus Mengalir, Sanggar Buharak Hanggum Jejama Bandar Baru Bantu Korban Kebakaran di Sukau

LAMPUNG BARAT, Gariskomando.com – Kepedulian terhadap korban kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga di Pemangku Negeri Ratu, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, terus berdatangan. Kamis, 5 November 2026.

Kali ini, kepedulian ditunjukkan Sanggar Buharak Hanggum Jejama Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau, dengan turut menyalurkan bantuan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah.

Ketua Sanggar Hanggum Jejama Pekon Bandar Baru, Askoni, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap sesama, khususnya masyarakat yang sedang menghadapi cobaan akibat kebakaran.

Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa jika dilihat dari nilai materi, namun diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban sekaligus memberikan dorongan moral agar mereka tetap kuat menghadapi keadaan.

“Kami dari sanggar memberikan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah,” ujar Askoni.

Ia juga berharap para korban tidak larut dalam kesedihan dan keterpurukan akibat musibah tersebut. Sebab, menurutnya, masih banyak masyarakat yang peduli dan siap memberikan dukungan.

“Yang paling penting adalah dorongan moral. Kami berharap saudara-saudara kita yang terkena musibah tidak terpuruk dengan keadaan. Masih banyak yang peduli, dan semoga mereka bisa bangkit kembali,” tambahnya.

Partisipasi Sanggar Buharak Hanggum Jejama ini menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat masih tumbuh kuat di tengah kehidupan sosial.

Di tengah cobaan yang dialami para korban, kepedulian sekecil apa pun memiliki arti besar. Bukan hanya bantuan materi, tetapi juga menjadi penguat bahwa mereka tidak menghadapi musibah tersebut sendirian. (*)

Tinggalkan Balasan