Beranda / Pendidikan / Besok Sekolah di Lampung Barat Kembali Daring, KBM Tatap Muka Batal Mendadak

Besok Sekolah di Lampung Barat Kembali Daring, KBM Tatap Muka Batal Mendadak

 

LAMPUNG BARAT, Gariskomando.com – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Kabupaten Lampung Barat kembali ditunda.

Para siswa dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga pendidikan nonformal (PNF) kembali diminta mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah selama dua hari.

Keputusan tersebut diambil setelah Pemerintah Provinsi Lampung mengeluarkan surat edaran terbaru terkait perkembangan dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat, Tati Sulastri, membenarkan adanya perubahan kebijakan tersebut.

Menurut Tati, sebelumnya pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, pihaknya menerima informasi dari Pemprov Lampung bahwa kegiatan pembelajaran sudah dapat kembali dilakukan secara tatap muka.

Namun, kondisi tersebut berubah beberapa jam kemudian.

“Yang pasti besok daring lagi dua hari. Jam 2 tadi rilisnya dari Pemprov sudah bisa tatap muka, namun berubah jam 8 malam tadi. Sehingga kita mengikuti surat edaran terbaru yang dikeluarkan oleh Gubernur Lampung,” kata Tati.

KBM Daring Diperpanjang hingga 10 September

Perubahan kebijakan tersebut kemudian dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Lampung Barat Nomor 102 Tahun 2026 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kabupaten Lampung Barat Akibat Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam surat yang ditetapkan di Liwa pada 8 September 2026 tersebut, Pemkab Lampung Barat memperpanjang pelaksanaan KBM secara daring/online pada seluruh jenjang satuan pendidikan.

Pembelajaran daring diperpanjang hingga 10 September 2026.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran terbaru Pemerintah Provinsi Lampung mengenai pelaksanaan KBM akibat dampak abu vulkanik, sekaligus menindaklanjuti informasi dari otoritas berwenang terkait adanya erupsi baru Gunung Anak Krakatau.

Sekolah Diminta Bersiap Kembali Tatap Muka

Dalam surat edaran itu, selama pembelajaran daring berlangsung, seluruh satuan pendidikan diminta tetap menjaga kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah dari dampak penyebaran abu vulkanik.

Hal tersebut dilakukan agar lingkungan sekolah siap digunakan kembali apabila KBM tatap muka telah diizinkan untuk dilaksanakan.

Selain itu, peserta didik, guru dan masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker serta alat pelindung diri lainnya sesuai standar protokol kesehatan.

Pemkab Lampung Barat juga menyatakan kebijakan tersebut akan dievaluasi secara berkala dengan memperhatikan perkembangan data resmi dari otoritas yang berwenang.

Tati: Bencana Alam Tak Bisa Dijadwalkan

Tati Sulastri menjelaskan, perubahan kebijakan yang terjadi dalam waktu singkat bukan semata-mata keputusan pemerintah daerah, melainkan menyesuaikan perkembangan kondisi bencana dan informasi resmi dari pemerintah provinsi maupun otoritas terkait.

Ia meminta masyarakat memahami bahwa kebijakan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti situasi di lapangan.

“Namanya bencana alam, gak bisa dijadwalkan, bisa berubah setiap saat,” ujar Tati.

Dengan adanya keputusan terbaru tersebut, aktivitas pembelajaran bagi siswa di Lampung Barat kembali dilakukan dari rumah selama dua hari.

Pemerintah daerah pun akan terus mengikuti perkembangan kondisi abu vulkanik dan informasi resmi dari pihak berwenang sebelum menentukan apakah KBM tatap muka dapat kembali dilaksanakan setelah masa perpanjangan tersebut. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan