Lompat ke konten
Beranda » Revitalisasi SMPN Satu Atap 2 Lumbok Seminung Disorot, Kualitas Material Dipertanyakan

Revitalisasi SMPN Satu Atap 2 Lumbok Seminung Disorot, Kualitas Material Dipertanyakan

 

LAMPUNG BARAT, Gariskomando.com — Pelaksanaan program Revitalisasi di SMP Negeri Satu Atap 2 Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, menjadi sorotan. Pekerjaan fisik yang tengah berlangsung dinilai perlu mendapat pengawasan lebih ketat, terutama terkait kualitas material dan keterbukaan informasi anggaran. Sabtu, (3/10).

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah material bangunan yang digunakan dalam pekerjaan tersebut dipertanyakan kualitasnya. Atap bangunan, misalnya, secara visual belum dapat dipastikan memenuhi standar yang dipersyaratkan karena tidak terlihat informasi atau penandaan spesifikasi material yang dapat diverifikasi dari lapangan.

Padahal, ketentuan teknis bangunan gedung mengharuskan material konstruksi memenuhi standar yang berlaku. Untuk rangka atap baja ringan, misalnya, terdapat standar SNI yang menjadi acuan teknis.

Selain persoalan material, papan informasi proyek juga tidak terlihat di lokasi. Kondisi ini membuat masyarakat sulit mengetahui nilai anggaran, sumber pembiayaan, volume pekerjaan, maupun pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan revitalisasi.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 sendiri dilaksanakan secara swakelola oleh satuan pendidikan, sehingga pemerintah daerah diharapkan memberikan pendampingan untuk memastikan pengelolaan keuangan dan pekerjaan fisik berjalan akuntabel.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan: sejauh mana pengawasan Dinas Pendidikan terhadap pelaksanaan revitalisasi sekolah yang berada di wilayah dengan jangkauan relatif jauh?

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMP Negeri Satu Atap 2 Lumbok Seminung, Nuriman, belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kualitas material, tidak adanya papan informasi, serta pelaksanaan pekerjaan revitalisasi tersebut.

Dinas Pendidikan Lampung Barat diharapkan turun langsung melakukan pemeriksaan sejak dini, termasuk mencocokkan material yang terpasang dengan spesifikasi dan RAB, agar potensi persoalan kualitas maupun kerugian negara dapat dicegah sebelum pekerjaan dinyatakan selesai. (Red)

Tinggalkan Balasan